Arusdaerah.com-Batang Hari-Miris demi memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya biaya hidup keluarga sejumlah perangkat desa di Kabupaten Batanghari, Jambi, terpaksa melakoni pekerjaan sampingan sebagai kuli bangunan hingga buruh tebas/imas kebun ada juga ambil upahan panen sawit.
Langkah ini terpaksa diambil oleh mereka lantaran alokasi dana penghasilan tetap (Siltap) maupun tunjangan perangkat desa yang menjadi hak mereka dikabarkan belum terealisasi selama kurang lebih tujuh bulan.
Berdasarkan pantauan langsung awak media di lapangan, tidak sedikit perangkat desa yang harus menanggalkan seragamnya desa nya di saat jam kerja atau di hari libur untuk turun ke lapangan menjadi buruh kasar.
Ada beberapa orang perangkat desa yang dijumpai di lokasi kerja bangunan mengungkapkan keluh kesahnya terkait situasi sulit yang dialaminya bersama keluarga.
“Kalau kami tidak menjadi kuli bangunan dan mencari kerja sampingan atau mengambil upahan imas kebun, kami mau makan apa? Sementara anak-anak dan istri sangat membutuhkan biaya hidup anak untuk biaya sekolah membeli ,Beras dan lainnya,” Katanya saat ditemui di lapangan.
Dia juga menambahkan” keterlambatan pembayaran hak mereka yang sudah memasuki rentang waktu sekitar tujuh bulan ini membuat beban ekonomi keluarga kian menghimpit. Hingga saat ini, para perangkat desa masih menantikan kepastian dan solusi nyata dari pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batanghari.
Masyarakat dan para perangkat desa berharap Pemkab Batanghari dapat segera mencarikan jalan keluar terbaik agar penundaan pencairan penghasilan tetap ini tidak berlarut-larut, mengingat peran perangkat desa yang menjadi garda terdepan dalam pelayanan publik di tingkat desa.(*)
No comments yet.