Arusdaerah.com,Batanghari-Pelaksanaan kegiatan Musyawarah Desa khusus Ketahanan Pangan ( MUSDESUS KETAHANAN PANGAN ) yang dilaksana oleh di Desa Simpang Terusan, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi berjala dengan lancar.
Adapun kegiatan tersebut dilaksanakan di Balai Desa Simpang Terusan yang dihadiri oleh Ketua BPD,Pendamping Desa,Rt, Rw, Kader PKK, Babinsa, babinkantibmas dan pengurus Bumdes,hadir juga pihak dari Kasih pmd kecamatan,Tenaga ahli kabupaten Batanghari.Senin(02/06/2025)
Pada prinsipnya pihak dari Kecamatan sangat mendukung kegiatan ketahanan pangan tersebut yang merupakan program dari Pemerintah Pusat dengan menggunakan Dana Desa sebesar 20 % dari pagu Dana Desa. Musdesus yang dilaksanakan di Desa Simpang Terusan yaitu melakukan pemetaan dan mendengarkan usulan- usulan dari masyarakat mengenai kegiatan yang akan dilaksanakan dalam program kegiatan Ketahanan Pangan tersebut.
mendorong pengunaan Dana Desa dalam mewujudkan ketahanan pangan agar tercipta swasembada pangan di Desa yang dilaksanakan secara inklusif, akuntabel, kolaboratif dan berkelanjutan sesuai dengan tematik / potensi/ produk unggulan dan kewenangan Desa seperti pengembangan produk unggulan dan kewenangan Desa
Seperti pengembangan produk unggulan Desa baik nabati ( seperti jagung, padi, cabai, tomat,sagu,ubi, dan sayuran lainnya. maupun hewani( seperti ikan nila ayam petelur, kambing) kebijakan penggunaaan Dana Desa untuk ketahanan Pangan juga mendorong terciptanya peningkatan pendapatan masyarakat, lapangan pekerjaan , dan perputaran ekonomi lokal.
Adapun poin yang dihasilkan dalam musyawarah tersebut untuk ketahanan pangan tahun anggaran 2025 dialokasikan untuk kegiatan ketahanan pangan desa simpang terusan di fokuskan pada ketahanan pangan dalam sektor penguatan pangan jagung dan sayuran Sektor cabai ,Semangka dan jagung.
Kepala Desa Simpang Terusan Suryadi Ningrat dalam sambutan dan arahannya menyatakan” kesiapan Pemerintah Desa untuk melaksanakan program ketahanan pangan melalui anggaran 20 persen dari total Dana Desa. Bahwa pemilihan pelaksana program akan mempertimbangkan kesiapan dari BUMDes itu sendiri.
“Ketahanan pangan merupakan aspek krusial dalam memastikan kesejahteraan masyarakat, terutama di tingkat desa. Dengan meningkatnya tekanan terhadap sektor pertanian akibat perubahan iklim dan kondisi ekonomi global, penting bagi desa untuk memiliki strategi yang kuat dalam mengelola sumber daya pangan secara berkelanjutan. Ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan pangan, tetapi juga mencakup aspek aksesibilitas jangkauan yang keberlanjutan,”Ujar Kades Suryadi Ningrat.(Md)
No comments yet.