Breaking News
Categories
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum & Kriminal
  • Nasional
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi susah.Desil Warga Naik Tanpa Pendataan, Masyarakat Pertanyakan Validitas Data Sosial Ekonomi.

    • Agu 08 2026 • 197 Dilihat

    Arusdaerah.com-Batang Hari -Sejumlah warga mempertanyakan perubahan data desil kesejahteraan yang secara tiba-tiba mengalami kenaikan, meski tidak pernah dilakukan pendataan langsung ke rumah mereka. Kondisi tersebut dinilai tidak sesuai dengan keadaan ekonomi yang sebenarnya dialami masyarakat terutama di kabupaten Batang hari, Provinsi Jambi.

    Beberapa orang warga mengungkapkan, sebelumnya dirinya berada pada desil 2,3dan 5 Namun, setelah adanya pemutakhiran data, status desil berubah menjadi 6–10. Perubahan tersebut membuat warga merasa heran karena tidak pernah didatangi kerumah oleh petugas untuk dilakukan pendataan ulang

    “Tau-tau saat di cek di aplikasi desil naik dari 2,3 dan 5 menjadi 6–10. jadi kami heran kok bisa naik seperti itu,padahal tidak ada pendataan ke rumah dan tidak sesuai dengan kehidupan kami. Ada juga warga yang didata ke rumah, tetapi desilnya tetap naik menjadi 6–10 padahal kehidupannya makan saja susah,”keluh warga.

    Menurutnya, masyarakat sebenarnya tidak berharap masuk dalam desil 1, 2, 3, atau 4. Namun, warga berharap data yang tercantum benar-benar menggambarkan kondisi kehidupan mereka saat ini.

    Lanjutnya“ di Desil 5 saja kehidupan kami masih sederhana. Kalau sudah masuk desil 6, 7 sampai 10, kesannya kami sudah tergolong orang yang mampu atau kaya. Padahal kenyataannya tidak demikian.

    “Seharusnya pemerintah harus mengambil kebijakan itu dengan sangat teliti dulu jangan asal main naikkan desil se enak perut nya saja,lihat kehidupan masyarakat yang bawah yang terkadang makan saja susah tau-tau Desil naik , Kebijakan pemerintah tidak pekah cuma melihat ekonomi masyarakat atas tidak pernah melihat ekonomi masyarakat bawah,”Sesal mereka.

    Warga berharap proses pendataan dan pemutakhiran data sosial ekonomi dilakukan secara transparan dan berdasarkan kondisi nyata di lapangan. Pemerintah juga diminta memberikan ruang bagi masyarakat untuk melakukan klarifikasi apabila terdapat perubahan data yang dinilai tidak sesuai.

    Masyarakat menilai validitas data sangat penting karena status desil dapat menjadi salah satu dasar dalam menentukan penerima berbagai program bantuan dan kebijakan sosial pemerintah. Oleh sebab itu, perubahan data tanpa verifikasi yang jelas dikhawatirkan dapat merugikan masyarakat yang kondisi ekonominya masih tergolong sederhana.

    Warga berharap pihak terkait dapat melakukan pengecekan ulang terhadap data desil, terutama bagi masyarakat yang mengalami perubahan status secara signifikan tanpa adanya proses pendataan langsung maupun verifikasi kondisi ekonomi di lapangan.($)

    Share to

    Related News

    Kesatria! Ketua IWO & JOIN Mundur, ...

    by • Okt 28 2026

    Arusdaerah.com, Batang Hari – Dinamika pencalonan Ketua Karang Taruna Kabupaten Batang Hari berakh...

    3 Kandidat Berebut Kursi Karang Taruna B...

    by • Okt 28 2026

    Arusdaerah.com, Batang Hari –Bursa pencalonan Ketua Karang Taruna Kabupaten Batang Hari periode me...

    Satu Tanah Air, Satu Bahasa! Pesan Tajam...

    by • Okt 28 2026

    Arusdaerah.com, Batang Hari-Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tahun 2026 menjadi alarm keras untuk...

    Dandim 0415/Jambi Kolonel Inf Putra Nega...

    by • Okt 28 2026

    Arusdaerah.com,Jambi – Komandan Kodim 0415/Jambi beserta keluarga besar Kodim 0415/Jambi mengucapk...

    DARURAT KREDIT MACET! 5 Debitur NSC Fina...

    by • Okt 28 2026

    Arusdaerah.com, Jambi – Carut-marut penanganan kredit macet di PT Nusantara Sakti Finance (NSC...

    HORMAT KAMI UNTUK PANITIA. Tim Pers Bata...

    by • Okt 26 2026

    ARUSDAERAH.COM, BATANG HARI – Kemenangan di Lapangan Garuda Alun-Alun Muara Bulian bukan hanya...

    No comments yet.

    Please write your comment.

    Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) must be filled.

    *

    *

    back to top Back to top