Arusdaerah.com,Batanghari-Polemik armada batubara yang hingga saat ini masih terus terjadi, pasalnya Surat Edaran yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi Jambi seakan-akan dianggap hembusan angin belaka.Bahkan aparat dan pemerintah semacam macan ompong oleh pihak perusahaan Batubara yang solah semena-mena tampah adanya keprihatinan terhadap masyarakat lainnya.
Padahal Pemerintah Provinsi Jambi telah mengeluarkan surat edaran yang melarang angkutan batubara untuk melintas di jalan nasional.
Adapun Surat edaran tersebut, bernomor S.541.2442/SETDA.PRKM/IX/2024 dan ditandatangani Sekretaris Daerah, ditujukan kepada pemegang izin PKP2B, IUP-OP, IPP, IUJP, dan para transportasi batubara.
Akan tetapi, Surat Edaran tersebut seakan – akan dianggap remeh oleh para pengusaha tambang batubara, karena hampir setiap malam wilayah Kabupaten Batanghari masih terus dilalui oleh ratusan truk armada pengangkut mutiara hitam tersebut.
Menanggapi hal tersebut, ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kompihtal Usman Yusup meminta ketegasan dari Pemerintah Provinsi Jambi terkait surat edaran yang melarang armada Batubara melintasi jalan Nasional.
Lanjut Usman Yusup, sampai dengan saat ini Surat Edaran yang dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi Jambi tersebut belum dicabut artinya masih berlaku.
“Cabut saja surat edaran itu. Kondisi ini kalau dibiarkan terus akan terjadi konflik antara warga dan sopir truk. Faktanya, hampir setiap hari truk angkutan batubara menjadi penyebab masalah di jalan raya,” Ucap ketua LSM Kompihtal.
Masih kata Ketua LSM Kompihtal, dalam sepekan ini saja ada ditemukan beberapa truk armada pengangkut batubara mengalami trouble (rusak,red) di badan jalan.
Tak hanya itu saja, truk armada pengangkut batubara yang dalam keadaan kosong juga sering melaju dengan kencang, bahkan sering ugal-ugalan.
“Beberapa hari lalu armada Batubara terguling di badan jalan lintas Tempino – Bulian itu mengakibatkan kemacetan yang cukup panjang, dan pada hari ini ada lagi bahkan di badan jalan tepat di tengah – tengah jembatan tidak jauh dari simpang Rengas Condong dan itupun juga menimbulkan kemacetan,”Sesalnya.(Mdi)
No comments yet.