Arusdaerah.com, Batang Hari- Memang miris dengan kondisi Kabupaten Batang Hari saat ini apalagi dengan parah perangkat desa dan penggiat desa sudah masuki enam bulan mereka tidak terima Hak mereka sepeserpun.
Soalnya pada pada tahun 2025 gaji (Siltap) mereka 3 bulan belum di bayar,kalau untuk Tahun 2026 3 bulan juga belum bayar.Akibat dari itu ada berapa perangkat desa yang sudah mengundurkan diri dari karena mereka merasa cuma budak pekerjaan tanpa upah.
Menurut Salah satu Desa di Kabupaten Batang Hari mengatakan “Gawat nian lah, akibat siltap terlambat terkadang keromantisan dan keharmonisan pimpinan dan bawahan terjadi sedikit dilema antara di antara kami, apalagi mengenai kedisiplinan dalam bekerja.Salah satu contoh dengan dalih dan alasan ada juga dari perangkat desa yang ngundur diri dengan alasan gaji tak kunjung datang, seperti didesa kami sudah dua orang yang mengundurkan diri.
“Pasalnya mereka punya keluarga sedang kan untuk kerja lain mereka tidak bisa.Oke lah kalau dari mereka ada yang punya kebun atau pun lainnya,bisa lah mereka bertahan.Nah kalau yang cuma mereka mengandalkan gaji dari desa saja bagai mana, sedang kan Siltap sudah 6 bulan tak kunjung caer,”Ujarnya
Sumber Desa lain juga mengatakan”Jujur kalau begini terus berkemungkinan semua perangkat desa maupun pengiat desa akan mundur semua ,Pasalnya kami kerja gak tau waktu dan harus tetap melayani warga dengan sepenuh hati,tapi hak kami di abaikan begitu saja.
“Kami parah perangkat desa tidak butuh pencitraan dan penghargaan yang kami butuhkan hak-hak kami di keluarkan.Karena hak kami untuk menghidupi keluarga kami, jujur juga kami katakan tahun ini memang tahun yang terparah yang kami rasakan. Ini lah yang namanya kezaliman untuk kami dari para pemimpin,”Sesal sumber.

Tempat terpisah sumber lain juga mengatakan “Kami berharap kepada bapak bupati Batanghari,kalau memang kabupaten tidak mampu membayar dari dana ADD atau kasda tidak mampu untuk membayar hak (Gaji ) karena ADD yang selama ini membayar gaji kami,dibuatkan saja aturan dan perbubnya biar DD yang bayar kan Aman tidak begitu memberatkan Kasda kalau memang tidak mampu.
“Ini lah kerena mereka merasa mampu tapi sudah 6 bulan kami orang desa tak gajian.Seandainya dari dana DD bisa untuk bayar gaji perangkat desa maupun pengiat desa pasti kami bayarkan,tapi ini kan tidak bisa. Yang menjadi pertanyaan kami desa emangnya kami orang pekerjaan didesa ini tak butuh makan dan lain nya.Apakah ATK dan lampu didesa ini tak bayar, apakah kami cuma kerja saja begitu tak di gaji, kami berharap kepada Bapak bupati Batanghari agar segera keluarkan Siltap kami dan juga kepada Anggota dewan DPRD tolong perjuangkan kan hak kami tersebut,”Harapnya.
Sementara itu awak media ini mencoba menghubungi ketua DPRD Rahmad Hasrofi, S.E melalui pesan singkat WhatsApp dan mempertanyakan soal tidak gajiannya para perangkat desa yang diberitakan,dengan singkat dia menjawab.
“Secepatnya kami koordinasikan ke pemda terkait berita ini Sebelum nya terimakasih atas masukannya,” Jawabnya singkat.($)
No comments yet.