Arusdaerah.com,Batang Hari- Kasus dugaan tabrak lari yang diduga melibatkan oknum anggota Kepolisian berinisial”AN”di Jembatan Panjang, Desa Pelayangan, Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batang Hari, terus menjadi sorotan. Hampir dua pekan sejak kejadian pada 27 September 2026 yang merenggut nyawa korban, keluarga mendesak proses hukum berjalan transparan.
Pada Jumat (9/10/2026), pihak keluarga korban yang didampingi kuasa hukumnya, Sapri, S.H., menegaskan bahwa mereka menginginkan perkara tersebut tetap diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku tanpa pandang bulu.
Menurut Sapri, hingga saat ini pihak keluarga belum melihat adanya itikad baik dari pihak yang diduga sebagai pelaku. Karena itu, keluarga meminta aparat penegak hukum tidak menghentikan penanganan perkara dan menuntaskannya secara profesional.
“Kasus ini sudah naik ke tahap penyidikan. Kami sudah menerima SP2HP. Tapi kami harap tidak hanya sebatas administratif saja, harus ada kejelasan siapa yang bertanggung jawab,” tegas Sapri, S.H.
Perkembangan naiknya status ke penyidikan menjadi titik terang dalam kasus yang berujung meninggalnya korban. Namun keluarga berharap penyidikan berlanjut hingga tuntas, mulai dari kronologi lengkap kecelakaan, hasil pemeriksaan saksi, alat bukti yang dikumpulkan, hingga status hukum terduga pelaku.
Apabila dugaan keterlibatan oknum anggota Polri berinisial “AN”tersebut terbukti, keluarga berharap penanganannya tetap berjalan berdasarkan hukum dan alat bukti, tanpa memandang status maupun jabatan.
Sementara itu, Riki, anak kandung korban juga menyampaikan harapannya agar aparat penegak hukum memproses perkara ini secara adil dan terbuka.
“Bagi kami ini bukan sekadar kecelakaan lalu lintas, ini soal nyawa orang tua kami. Kami butuh kepastian hukum,” ujar Riki dengan nada haru kepada rekan media ini.
Keluarga meminta agar penanganan perkara dilakukan secara profesional, transparan, dan tidak tebang pilih. Mereka juga berharap setiap perkembangan penyidikan disampaikan secara jelas agar tidak menimbulkan ketidakpastian yang berkepanjangan.
Kasus ini turut menjadi ujian transparansi aparat penegak hukum dalam menangani perkara kecelakaan lalu lintas yang diduga melibatkan internalnya sendiri.
Hingga berita ini diterbitkan, terduga pelaku berinisial “AN”belum dapat dikonfirmasi.
No comments yet.