Arusdaerah.com,Batanghari-Maraknya pemberitaan persoalan Studi Tiru(Bimtek) yang dilaksanakan oleh beberapa Kades dan ketua BPD Batanghari, Provinsi Jambi di beberapa media pekan yang lalu ternyata mereka melibatkan beberapa organisasi dan juga diduga mereka menggunakan dana pemberdayaan.
Untuk keberangkatan Bimtek mereka para kades dan BPD tersebut diduga menggunakan uang pemberdayaan yang notabenenya uang ADD yang alias uang pemberdayaan mereka gunakan.Sedangkan uang Operasional mereka Desa belum keluar sampai kini.
Menurut informasi yang didapatkan oleh media ini dari sumber yang dapat dipercaya mengatakan,Pada saat ada acara bimtek di gedung PKK Batanghari di sana ada beberapa organisasi yang diundang oleh pengurus bimtek dan beberapa organisasi tersebut dikasih amplop dan beberapa stel baju kaos.
“Dan mereka juga diduga menggunakan kan uang pemberdayaan,Nah yang kami pertanyakan, apakah bisa dana pemberdayaan untuk kepergian bimtek yang entah apa manfaatnya,”Ujarnya.
Tambahnya,Coba kita lihat apa yang mereka dapatkan dari hasil mereka bimtek ,seperti ke Pulau Bali dan Lombok.Yang katanya ilmu yang mereka dapat di sana untuk meningkatkan penghasilan Bumdes di Desa masing-masing, tapi apa sampai saat ini kami lihat tidak ada bundes mereka yang benar maju dan seperti apa yang mereka lihat di sana pas mereka pergi bintek.
“Memang ada si bundes di Batanghari ini yang bisa jadi panutan ya ada di beberapa Desa lah, tapi sama tidak apa yang mereka lihat di sana dan mereka kembangkan di Desanya.Padahal kita semua tahu Bumdes-bumdes yang ada di Batanghari ini kebanyakan tidak aktif dan tidak tentu arahnya,”Ujarnya.
Harapnya, Saya meminta kepada pihak APH maupun pihak inspektorat harus tegas mengusut dan memeriksa para kades yang pergi bimtek dan juga oknum pengguna jasa CO bimtek, jangan biarkan mereka menggunakan uang rakyat cuma untuk urusan tak tentu arah ujung pangkalnya.
Setiap penggunaan uang Rakyat harus jelas Azas manfaat yang di dapat oleh masyarakat, beberapa kades saat ditemui setelah pulang dari Bimtek ketika ditanya apa yang mereka dapatkan dari hasil perjalanan ke Bali, mereka malah mengatakan menyesal karena tak ada hasil yang jelas dan mengakui perjalanan ke Bali tidak lebih dari rekreasi semata,”Tegas Narasumber yang enggan namanya dituliskan di media ini.(Red)ek Beberap
No comments yet.