Arusdaerah.com,Batang Hari-Terkait keberangkatan lebih kurang 29 kades di Batang Hari yang mengikuti undangan Ridam Sriwijaya III (Retreat)Dua LSM Batang Hari, Provinsi Jambi mempertanyakan kewarasan pelaksanaan kegiatan retreat tersebut ke Bandung yang menggunakan jasa Event Organizer(EO) dengan dugaan mengunakan anggaran Rp. 290 juta yang bersumber dari Dana Desa dan BKBK untuk 29 orang tersebut.
Padahal saat ini daerah kita dilanda keuangan yang lagi morat-marit apa lagi denga El Nino yang sangat ekstrim, Karhutla, dan rumah warga terbakar sudah sering terbakar.
Terkait hal tersebut Wistaria -Ketua LSM Nusantara saat di mintai tanggapan nya mengatakan “EO ini sudah keterlaluan di saat rakyat susah, justru uang rakyat dari Dana Desa dan BKBK dikuras untuk membiayai retreat. Uang 290 juta itu bukan uang pribadi EO. Itu keringat petani, itu uang untuk desa.Kami minta EO bertanggung jawab, jangan undangan Ridam Sriwijaya sebagai menjadi alasan.Jangan jadikan bencana sebagai ladang bisnis EO,”Kata Wis
Lanjutnya”Sungguh miris dengan keberangkatan itu.Hutan kita terbakar tiap hari. Rumah warga juga ikut terbakar karena El Nino ekstrim. Keuangan desa morat-marit, banyak warga butuh bantuan.
“Tapi di saat yang sama, ada uang 290 juta dari Dana Desa dan BKBK untuk bayar EO, bawa orang retreat ke Bandung. Seharusnya dana itu untuk pemadaman Karhutla, bantuan korban kebakaran rumah dan sumur bor. Ini namanya tidak punya empati.”Sebutnya.
Tambahnya”Memang betul itu undangan RIDAM SRIWIJAYA III, bukan wisata. Kalau memang penting, kenapa tidak dilaksanakan di Jambi saja? Fasilitas di Jambi juga ada. Hemat, efisien, dan pimpinan bisa langsung pantau kondisi El Nino dan Karhutla di daerah.
“Kami menduga ada kongkalikong dengan EO. Undangan Ridam Sriwijaya III dijadikan alasan untuk jalan-jalan. Coba bandingkan. Retreat di Jambi mungkin 80 juta. Ini 290 juta. Selisih 210 juta itu buat siapa? Pungkas nya.
Tempat terpisah Usman Yusup Ketua LSM KOMPHITAL juga mengatakan”Ini pemborosan berjamaah. Uang desa harusnya untuk sumur bor, bantuan Karhutla, dan korban kebakaran rumah. Bukan untuk menggemukkan EO dan kroni nya ke Bandung dengan alasan apa lah.
Kami bertanya, dimana hati nurani? Rakyat Batang Hari lagi menghadapi 3 bencana, Kekeringan, Karhutla, dan Kebakaran Rumah.
“Sementara anggaran desa yang harusnya untuk itu, malah dipakai untuk kegiatan seremonial.290 juta itu buka uang yang sedikit, uang itu bisa untuk 10 unit mesin pemadam portabel dan bantuan 50 KK korban kebakaran. Kami minta Bupati dan APH segera turun tangan, hentikan pemborosan ini.”Ujarnya.
Kedua LSM menyatakan akan melaporkan persoalan tersebut ke Inspektorat, Kejari Batang Hari dan Kemendes RI agar dana tersebut segera dialihkan untuk penanganan bencana.
Kami desak BPK RI ,Inspektorat, dan Bupati segera audit keuangan desa, Dan juga meminta APH dan baik Kejari maupun Polres Batang Hari untuk mengusut tuntas,Kalau terbukti menyalahgunakan Dana Desa, proses hukum. Titik,”Tegas Mereka.($)
No comments yet.