Arusdaerah.com,Batang Hari-Dugaan aktivitas penimbunan bahan bakar minyak (BBM) ilegal kembali mencuat di wilayah Kabupaten Batang Hari Provinsi Jambi, Tempat nya di Kecamatan Pemayung,Desa Tebing Tinggi.Dilokasih tersebut berdiri sebuah bangunan semi permanen di dalam area gudang, diduga dijadikan gudang penampungan BBM tanpa izin resmi, Kamis 26/02/26.
Dari dokumentasi yang beredar, terlihat sejumlah drum berwarna merah bertuliskan Pertamina, di depan bangunan kayu. Beberapa pria tampak melakukan aktivitas pemindahan BBM menggunakan selang, diduga untuk memindahkan isi drum ke wadah lain.
Tak hanya itu dilokasi tersebut juga banyak cangkang-cangkang sawit, yang artinya bukan hanya penimbunan BBM tapi juga menimbun cangkang sawit secara ilegal dari para sopir-sopir yang nakal dan akan di jual ke PT.ABP yang tak jauh dari Gudang tempat penimbunan nya
Warga sekitar mengaku resah dengan aktivitas tersebut karena selain diduga ilegal, keberadaan gudang BBM juga dinilai membahayakan lingkungan. Risiko kebakaran dan pencemaran menjadi kekhawatiran utama masyarakat.
“Kalau benar itu tempat penimbunan minyak, tentu sangat berbahaya. Lokasinya dekat permukiman warga yang di kelilingi pagar beton, takut terjadi kebakaran,” ujar salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Oplus_131072
Aktivitas penimbunan dan pengolahan BBM tanpa izin diketahui melanggar aturan perundang-undangan. Selain berpotensi merugikan negara, praktik ini juga kerap dikaitkan dengan distribusi BBM ilegal ke berbagai sektor, termasuk tambang ilegal dan industri tanpa izin.
Sumber menambahkan, di duga gudang tersebut milik oknum anggota TNI yang bertugas di Provos korem 042 Jambi, di sebut-sebut inisial RM.
Masyarakat meminta aparat penegak hukum polres Batang Hari, Polda Jambi dan Denpom Jambi, serta instansi terkait segera melakukan pengecekan lapangan guna memastikan legalitas aktivitas tersebut. Jika terbukti melanggar hukum, warga berharap ada tindakan tegas agar tidak menimbulkan dampak yang lebih luas.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait lokasi dan status aktivitas dalam foto yang beredar tersebut. (Red)
No comments yet.