A
rusdaerah.com,Batanghari- Paska adanya penangkapan berapa orang penambang Peti di Suek mante pa’i(lopak)tepatnya berada didesa danau Embat,Kecamatan Muaro Sebo Ilir, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi oleh satuan intel polres Batanghari beberapa waktu yang lalu suasana disana sedikit lengang.
Namun didalam berapa minggu ini kegiatan ilegal tambang peti tersebut aktip kembali seakan-akan tidak ada jeranya bagi pelaku yang lain.Padahal beberapa waktu yang lalu pihak Polres Batanghari telah melakukan tindakan hukum terhadap beberapa orang pelaku penambang Emas Ilegal di desa Danau Embat tersebut.
Hal tersebut di Benarkan oleh Kapolres Batanghari AKBP Singgih Hermawan, SIK, MAP. Saat awak media ini berbincang-bincang di Ruang Kerjanya pada waktu yang lalu.
“Pada saat di tanya terkait Soal Penangkapan beberapa pelaku (PETI) di Desa Danau Embat Kapolres mengatakan, Ya benar ada beberapa orang yang kita amankan dan untuk saat ini masih tahap Penyelidikan,”Sebut Kapolres Batanghari singkat.
Menurut informasi yang didapatkan oleh awak media ini dari sumber yang dapat di percaya mengatakan,Setalah adanya penangkapan dari pihak polres Batanghari memang aktivitas penambangan disana berenti ,namun setelah adanya rapat entah dari mana lah saya juga tidak tahu, aktivitas tersebut sekarang berlangsung lagi.
“Namun mereka tidak begitu terbuka seperti biasanya dan jalan untuk menuju kesana pun sengaja di tutup mengunakan kayu untuk mengelabuhi agar pekerjaan mereka tidak begitu terlihat.Yang jelas para tokoh masyarakat dan tuo-tuo tengganai di desa ini tidak setuju dengan adanya aktivitas Ilegal peti yang ada di desa ini, apa lagi suek manti pa’i sudah perna diukur optimasi lahan untuk pembuatan sawa cetak,”Sebutnya.
Sementara itu Kades Danau Embat Mansur saat di tanya oleh tim media ini beberapa hari yang lalu membenarkan hal tersebut,Ya benar saat ini aktifitas ilegal peti masih berjalan. Setela dua hari sehabis aparat kepolisian nangkap para pelaku tersebut dan sekarang sudah di tahan di polres Batanghari
“Kalau tidak salah pada malam hari orang-orang itu langsung Rapat di dusun, Sayo sempat jugo di undang tapi Sayo tidak mau datang, Sayo sembunyikan motor Sayo di dalam rumah Sayo pesan ke orang rumah kalau ado yang datang bilang Sayo ke kebun kato Sayo. Sayo malas nanti jadi masalah, Sayo takut dibawak-bawak masalah ini,”Ujar Kades dengan logat basa Jambinya.
Lanjutnya,Kini orang-orang itu teruslah kerjo di dalam tapi jalan di tutup nya, kayu di tebang menutup jalan seolah olah di dalam tidak ado aktifitas dan jugo Ado beberapa orang Mato Mato di luar untuk nengok kondisi kalau ado orang masuk cepat di kabari ke dalam lokasi tersebut.
“Saya sebagai kades teruslah menghimbau agar kegiatan tersebut jangan lagi di lakukan,karena sudah melanggar aturan dan juga itu ilegal dan saya juga sudah memasang pengumuman di untuk tidak melakukan penambangan peti tampa izin(ilegal),” Terang Kades Danau Embat Mangsur.(***)
No comments yet.