Arusdaerah.com,Batang Hari,Jambi- lagi dan lagi sebuah mobil tangki industri bertuliskan “PT. NHE Penyalur BBM Non Subsidi” berkapasitas 5.000 liter dengan nomor polisi BH 8594 UV terpantau beroperasi pada malam hari melintas di wilayah Kabupaten Batang Hari, Senin (02/03/26).
Keberadaan kendaraan tersebut memicu dugaan adanya pengangkutan bahan bakar minyak (BBM) ilegal yang disalurkan ke lokasi tertentu. Berdasarkan keterangan sopir kepada awak media, muatan minyak tersebut disebutkan menuju arah Kabupaten Tebo. Namun, belum diperoleh penjelasan lebih lanjut terkait perusahaan penerima atau titik bongkar resmi.
Dari dokumentasi yang diperoleh, mobil tangki berwarna biru putih itu mencantumkan keterangan “Penyalur BBM Non Subsidi” berikut nomor izin INU pada badan tangki. Kendaraan sempat terlihat berhenti di ruas
jalan lintas Bungo–Muara Tembesi sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
Sejumlah warga setempat mempertanyakan aktivitas mobil tangki industri yang beroperasi pada malam hari. Selain jam operasional yang dinilai tidak lazim, warga juga menyebut aroma minyak yang tercium cukup menyengat. Dugaan sementara dari warga mengarah pada kemungkinan minyak tersebut berasal dari gudang BBM ilegal di wilayah Jambi. Namun, dugaan ini masih memerlukan verifikasi dan pendalaman lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Secara regulasi, distribusi BBM industri wajib dilengkapi dokumen sah seperti surat jalan, manifest muatan, serta tujuan pengiriman yang terdaftar sesuai ketentuan instansi terkait.
Penyimpangan distribusi maupun pengangkutan tanpa izin dapat berpotensi melanggar hukum dan merugikan negara.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan maupun aparat penegak hukum terkait legalitas muatan mobil tangki tersebut.
Awak media masih berupaya melakukan konfirmasi untuk memastikan apakah aktivitas tersebut merupakan distribusi resmi atau terdapat indikasi pelanggaran.
Kasus ini diharapkan menjadi perhatian aparat berwenang, baik Polres Batang Hari maupun Polda Jambi, guna melakukan penelusuran lebih lanjut demi memastikan distribusi BBM berjalan sesuai aturan serta mencegah potensi kerugian negara. (Red
No comments yet.